Jumat, 07 September 2018

PANDU INTEGRITAS - RASA SYUKUR



Pandu Integritas
Rasa Syukur
“ Semua nikmat dan kesusahan yang ada di dunia ini semua sudah diatur oleh Allah SWT, apapun yang Aku dapatkan adalah sesuatu yang terbaik yang tuhan pilihkan untuk ku  “. Kita adalah makhluk yang berketuhanan yang maha esa, sila pertama pancasila.
Rasa syukur, adalah sebuah ungkapan terimakasih atas semua nikmat, kasih sayang dan berbagai banyak hal yang sudah kita dapatkan selama ini. Kenapa jalan tuhan yang dipilihkan untuk kita adalah jalan yang terbaik, padahal hal itu tidak sesuai dengan keinginan kita ?
Aku pernah berfikir apa yang ku yakini saat ini sebuah kebenaran, belum tentu di kemudian hari kuyakini sebagai sebuah kebenaran. Apa yang sekarang kuanggap buruk, belum tentu suatu hari nanti hal itu kuanggap sebagai sebuah keburukan, karena wawasan kita terus bertambah dan pemahaman hidup kita akan terus berkembang. Sehingga apa yang saat ini jalan Tuhan yang diberikan tuhan mungkin bisa kita anggap itu bukan jalan yang baik, namun di kemudian hari kita baru sadar, jalan hidup yang dipilihkan tuhan saat ini adalah yang terbaik dari yang baik, hanya saja aku tidak mengetahunya.
Manusia terus tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya usia. Masa lalu mungkin adalah sesuatu yang saat ini kita anggap sebuah kesalahan yang kita sesali, mengapa dulu aku begini dan dulu aku begitu. Padahal dulu saat melakukan hal itu, kegiatan yang kita lakukan sudah kita anggap sebuah kebaikan dan kebenaran, dan kita menikmatinya. Kita memahami menjalani hidup kita saat itu dengan pemahaman kita saat itu. Dan saat kita sampai pada pemahaman saat ini, hal itu kita anggap sebuah hal yang sia -sia.
Masa muda, saat masih sehat, banyak waktu luang, banyak teman, dan banyak hal menarik yang bisa di lakukan. Jalan-jalan dengan teman sepanjang waktu, nongkrong hampir setiap hari, waktunya belajar di gunakan untuk bersenang senang, disaat teman yang lain berlatih bekerja, dia masih sibuk dengan mengejar kesenangan. Dia sengang dengan hidupnya, karena dia sadar hidup adalah mencari kesenangan, nikmati masa muda selagi masih bisa, nikmati sesuatu yang masih ada mumpung ada, tanpa kita sadari semua hal yang ada pada kita pasti ada batasnya. Batasnya waktu luang saat kesibukan datang, batasnya kehidupan adalah kematian, batasnya kekayaan adalah kemiskinan, dan waktu muda akan habis digantikan waktu tua. Dan di masa lalu kita anggap semua hal yang menyenangkan itu adalah sesuatu yang memang harus dinimati.
“ Huh, hidup kok hanya untuk belajar, beribadah, bekerja, kamu tidak mungkin dapat menikmati kenikmatan dunia seperti saya, orang tuamu kan miskin. “
Seiring waktu berjalan, seiring langkah kaki melangkah, seiring banyaknya mata melihat dan pengalaman hidup yang mulai beragam, apa yang dulu kita anggap sesuatu yang benar dan aku harus melakukannya, setelah masa muda habis, kekayaan habis, waktu luang tidak lagi ada dan di usia tua dan sudah tidak bisa berbuat apa apa kaerena yang dimanfaatkan adalah kemampuan untuk bertahan hidup pun tidak dimiliki, semua kesenangan itu sudah tinggal kenangan karena kita menghabiskan semuanya tanpa mengembangkannya.
Penyesalan, datang dan semua bisa saja sudah terlambat saat kita menyadarinya.
Rasa syukur, meskipun saat ini kita merasa kita sedang kesusahan, belum dapat membeli serta melakukan apapun yang kita sukai dan kita harus belajar dengan giat untuk memperbaiki hidup kita. Terus belajar dengan tekun untuk mencapai tujuan hidup di masa mendatang. Kita tampak menyedihkan karena masa muda yang harusnya dinikmati, malah kita nikmati dengan cara kita dengan cara belajar. Kelihatan hidup ini begitu berat. Tapi saat kita sudah melewati semua ini dan kita berhasil dengan cita-cita kita, kita baru sadar pahitnya perjuangan itu akan berbuah manis.
Apa semua itu pasti. Jarang sekali ada sesuatu yang pasti di dunia ini, hanya saja aku percaya, bahwa kehidupan ini akan membawa pada apa yang kita usahakan dalam hidup. Apapun keadaan kita saat ini, apapun, pastilah yang terbaik yang tuhan berikan untuk kita, namun untuk mendapatan pemahaman bahwa itu adalah sesuatu yang terbaik untuk kita, kita harus belajar memahaminya.
Syarat ketentuan berlaku dalam hidup, betul, lakukan dengan sadar, terima ketetapan yang tuhan berikan pada kita dan terus berusaha dan belajar. Sebab apapun tindakan kita, semua akan kembali pada diri kita dan orang lain adalah akibat dari perbuatan kita ataupun kita adalah akibat dari perbuatan orang lain.
Penulis : Hanung Manggara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pandu Integritas - SAMPLE OF MY WORK

Kisah kisah dalam komik ini dapat digunakan sebagai media pembelajaran anti korupsi ...